Rabu, 28 November 2012

Pengalaman Menjadi Ibu Baru

Bismillahirrahmanirrahim..
Subhanallah senengnya menjadi ibu baru sampai-sampai merelakan resign pekerjaan demi merawat si kecil yang baru lahir. Rencananya memang masih ingin tetap bekerja tapi setelah dijalani dan melihat si kecil yang masih memerlukan perhatian full akhirnya resign juga.
Setelah masa cuti melhirkan habis, saya mengajar kembali.Tidak mudah ternyata dengan luka sayatan diperut yang belum pulih benar harus mengajar dari pagi sampai sore, makan sering terabaikan (padahal sedang memberi ASI), malam begadang karena si kecil masih belum tahu waktu malam adalah untuk tidur, pulang sore tidak ada yang menjemput karena kantor tempat abinya bekerja sangat ketat sekali (izin bentar pasti ga boleh).
So, akhirnya aku bisa merawat si kecil di rumah jadi fokus kebutuhan ASInya terpenuhi, pertumbuhannya juga cepat sekali, 6 bulan dah merangkak, 9 bulan dah jalan subhanallah. selain itu saya jadi tahu medan sebagai ibu, mulai dari tahu dimana tempat belanja sayuran dekat rumah yang lengkap (maklum rumah baru, penghuni baru), banyak tahu dan bergaul dengan tetangga (jadi merasa ga sendiri lagi punya tetangga kayak punya saudara), jadi punya waktu untuk belajar masak (jadi masaknya bisa bervariasi), bisa memenage keluargalah intinya.
Alhamdulillah, kini anakku sudah hampir berusia 2 tahun. Rasanya dengan bekal yang cukup saya ingin kembali bekerja agar anakku juga yang sudah mengerti bahwa di dunia ini ga cuma ada umi, abinya saja ada teman-teman lain di luar sana yang ingin berjumpa dan bermain dengannya kini aku siap untuk bekerja kembali.
Saya sudah memplaning mulai dari jadwal, transportasi, biaya kebutuhan keluarga dan asisten rumah tangga. semoga rencananya berjlan sesuai dengan keinginan dan Allah membukakan pintu rizkinya melalui tanganku sendiri. Amin. Sebenarnya bukan masalah penghasilan tapi lebih kepada aktualisasi diri dan ingin menjadi diri yang lebih bermanfaat. Amin